Tema Suara Demokrasi

Projek ini mengangkat topik “Suara Demokrasi” dan fokus pada pencapaian dimensi Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia, bernalar kritis, dan Bergotong Royong. Topik ini dipilih dengan tujuan menumbuhkan jiwa demokrasi melalui kebebasan menyampaikan pendapat yang dapat dilakukan oleh peserts didik di berbagai lingkungan kehidupan. Melalui projek ini, peserta didik akan mendapatkan pengalaman tentang praktik demokrasi yang bermartabat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

AKTIVITAS 1. DEMOKRASI VERSIKU

Fasilitator menyampaikan gambaran umum projek dan asesmen diagnostic berupa pengetahuan awal peserta didik tentang konsep demokrasi

Aktivitas Demokrasi versiku merupakan aktivitas pendahuluan dari kegiatan projek ini. Fasilitator menyampaikan gambaran kegiatan yang akan dilaksanakan selama projek berlangsung. Selanjutnya, melalui aktivitas ini peserta didik diajak untuk menuliskan gambaran  pemahamannya tentang demokrasi.

AKTIVITAS 2. SOSIALISASI  PEMILU

Aktivitas sosialisasi pemilu disampaikan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Salatiga. Dalam aktivitas ini KPUD menyampaikan pentingnya partisipasi dalam pemilihan umum sebagai bagian dari pelaksanaan Demokrasi di Indonesia. Selain itu KPUD juga menyampaikan teknis dan simulasi pelaksanaan pemilihan umum yang dilaksanakan di Indonesia.

Sosialisasi dilaksanakan di halaman SMP Negeri 9 Salatiga dalam 3 Jam Pelajaran. Setelah itu, peserta didik menuju kelas masing-masing untuk menuliskan pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipahami dengan didampingi fasilitator.

AKTIVITAS 3. SIMULASI PEMILIHAN KETUA KELAS (SimPel TaLas)

Simulasi Pemilihan Ketua Kelas (SimPel Talas) dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan.  Dalam aktivitas ini, peserta didik  akan mensimulasikan pemilihan ketua kelas melalui sistem voting dengan asas Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil (LUBER JURDIL).

AKTIVITAS 4. BERANI BERPENDAPAT ITU HEBAT

Aktivitas ini akan dilakukan selama dua kali pertemuan sebagai upaya untuk menumbuhkan dan mengembangkan keberanian peserta didik untuk berpendapat di muka umum sebagai bagian dari pelaksanaan demokrasi di Negara Indonesia.

Sebelumnya tim fasilitator sudah menyebarkan form tentang cara yang akan dipilih peserta didik  dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Ada empat pilihan yang ditawarkan dalam upaya menumbuhkan dan mengembangkan keberanian mengemukakan pendapat di muka umum, yaitu rapat umum, mimbar bebas, orasi kampanye, dan pawai. Berdasarkan hasil pengisian form, peserta didik memilih rapat umum sebagai cara yang akan mereka gunakan untuk mengemukakan pendapat di muka umum.

AKTIVITAS 5. BIJAK DALAM BERDEMOKRASI

Pada aktivitas ini, peserta didik akan belajar tentang cara bijak dalam berdemokrasi. Aktivitas ini dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, yaitu:

  1. Sosialisasi dari Mafindo tentang upaya menangkal berita hoax
  2. Menganalisis gambar terkait kegiatan politik praktis

Sosialisasi Penangkalan Berita Hoax oleh MAFINDO Salatiga

Sabtu, 9 September 2023 pukul 07.30 WIB bertempat di halaman SMP Negeri 9 Salatiga, telah dilaksanakan sosialisasi penangkalan berita hoax yang dibawakan oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO). Acara ini paparkan oleh Tim MAFINDO yang diikuti oleh seluruh siswa dan siswi kelas 8 serta bapak/ibu guru dalam rangkaian kegiatan P5 Tema Suara Demokrasi. Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala SMPN 9 yang di wakili oleh Ibu Tyas Astuti. Di lanjutkan dengan paparan berita hoax oleh tim MAFINDO.

 Tujuan didirikannya MAFINDO adalah untuk memerangi hoax dan meningkatkan literasi digital serta memberi informasi mengenai kebenaran suatu berita.

Menurut Ibu Budhi Widi Astuti selaku Korwil MAFINDO Salatiga, siapapun boleh bergabung dengan MAFINDO tanpa batasan usia, yang terpenting memiliki passion untuk menjadi orang nomor satu dalam bersikap kritis. Acara di tutup dengan doa dan foto bersama.

Pada aktivitas ini peserta didik diajak untuk berpartisipasi aktif dalam pesta demokrasi sekolah, yaitu pemilihan ketua OSIS di SMP Negeri 9 Salatiga. Peserta didik secara individu membuat poster tentang kampanye partisipasi aktif dalam pemilihan ketua OSIS.

Dalam pemilihan ketua OSIS, peserta didik telah menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani berdasarkan pertimbangan- pertimbangan yang mereka lakukan sebagai sebuah bentuk dalam bernalar kritis.