SEMESTER 1

Tema Bangunlah Jiwa dan Raganya

Projek ini mengangkat Sehat Jiwa dan Ragaku dan fokus pada pencapaian dimensi Berakhlak Mulia dan Mandiri. Pada topik ini Murid melakukan penelitian dan mendiskusikan masalah- masalah terkait kesejahteraan diri (wellbeing), perundungan (bullying), serta berupaya mencari jalan keluarnya. Mereka juga menelaah masalah-masalah yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan fisik dan mental termasuk isu Narkoba dan Alkohol, pornografi, kesehatan reproduksi, Alkohol, rokok dan Narkoba dan Alkohol.

AKTIVITAS 1. AKU SEDANG MASA PUBER

 

Aktivitas Aku sedang Masa Puber memperkenalkan tema proyek “Masa Pubertas”. Fasilitator dan peserta didik menonton video tentang Masa Pubertas, membahas video yang telah dilihat, dan diakhiri dengan membuat refleksi diri terkait masa pubertas.

AKTIVITAS 2. NO BULLYING

Merundung adalah menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun psikis, dalam bentuk kekerasan verbal, sosial, atau fisik berulang kali
dan dari waktu ke waktu, seperti memanggil nama seseorang dengan julukan yang tidak disukai, memukul, mendorong, menyebarkan rumor, mengancam, atau merongrong. Bullying/ perundungan adalah perilaku agresif yang tidak diinginkan di antara beberapa pihak yang melibatkan ketidakseimbangan kekuatan/wewenang yang nyata atau yang dirasakan. Perilaku tersebut diulang, atau berpotensi untuk diulang, seiring waktu. Baik korban bullying maupun pelaku bullying mungkin akan memiliki masalah yang serius dan bertahan lama. Fasilitator 
menyediakan video tentang “perundungan/bullying”, dan membahasnya bersama peserta didik. Dilanjutkan dengan  berdiskusi tentang study kasus perundungan, presentasi per kelompok dan diakhiri dengan refleksi.

AKTIVITAS 3. HIDUP SEHAT DAN SEIMBANG

Proyek diawali dengan memperkenalkan tema projek “Badanku Sehat Aku Kuat”, menghitung Indeks Masa Tubuh (IMT). Dalam rangka meningkatkan gizi peserta didik, selain membuat menu selama seminggu, mereka juga belajar membuat salad buah.    

AKTIVITAS 4. HIDUP SEHAT TANPA NARKOBA DAN ALKOHOL 

NARKOBA DAN ALKOHOL adalah zat / bahan yang berbahaya yang mempengaruh kondisi kejiwaan atau psikologi seseorang, baik itu pikiran, prilaku ataupun perasaan seseorang dimana efek samping dari penggunaan obat ini adalah kecanduan atau menyebabkan ketergantungan terhadap zat atau bahan ini.

Ada beberapa yang termasuk Narkoba dan Alkohol atau NARKOBA DAN ALKOHOL yaitu : Narkotika, Psikotropika, dan Zat adiktif. Narkoba dan Alkohol adalah momok yang sangat menakutkan serta menjadi ancaman terbesar bagi para remaja, khususnya bagi murid jenjang SMP. Oleh karena itu, perlunya pengetahuan tentang Narkoba dan Alkohol sebagai bentuk prefentiv remaja tidak terpengaruh bahkan terjerumus pada hal- hal tersebut.

AKTIVITAS 4. HIDUP SEHAT TANPA NARKOBA DAN ALKOHOL

Sosialisasi Anti Rokok dari Dinas Kesehatan

Perokok di usia remaja menjadi permasalahan besar di Indonesia. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk menekan jumlah perokok remaja, yaitu dengan mengembangkan pengendalian diri dan membangun kesadaran hidup sehat. Untuk lebih memahami tentang bahaya rokok, SMP Negeri 9 Salatiga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan melakukan sosialisasi kepada peserta didik.

AKTIVITAS 5 DAN 6. ANTI KORUPSI

SMP Negeri 9 Salatiga bekerjasama dengan Inspektorat Kota Salatiga melakukan sosialisasi Anti Korupsi kepada peserta didik. Kesadaran anti korupsi itu tumbuh dari sikap jujur. Ketidakjujuran yang sering dilakukan oleh pelajar dapat berbagai bentuk seperti, menyontek, berbohong ketika terlambat sekolah atau bolos sekolah, dan sebagainya.

Dengan demikian, pelajar perlu disampaikan makna itu sehingga pemahaman soal menyontek juga dapat menjadi bagian dari bibit prilaku yang korup. Selain itu prilaku tidak jujur jika terus dilakukan akan berdampak terjadinya tindak pidana korupsi di Indonesia.

AKTIVITAS 7. KESEHATAN MENTAL PADA PELAJAR

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan mental adalah keadaan sejahtera di mana setiap individu bisa mewujudkan potensi mereka sendiri. Artinya, mereka dapat mengatasi tekanan kehidupan yang normal, dapat berfungsi secara produktif dan bermanfaat, dan mampu memberikan kontribusi kepada komunitas mereka.

Seseorang dapat dikatakan sehat secara mental ketika ia merasa sejahtera, baik secara psikologis, emosional, maupun sosial. Kesehatan mental berpengaruh terhadap bagaimana seseorang berpikir, merasakan, bertindak, membuat keputusan, dan berinteraksi dengan orang lain.

Setelah mendapatkan penjelasan tentang kesehatan mental, peserta didik diberikan sebuah studi kasus untuk dibahas dalam kelompoknya, serta dipresentasikan. Dilanjutkan dengan pembuatan flyer tentang kesehatan mental yang diposting di jejaring sosial.

Tema Gaya Hidup Berkelanjutan

Proyek ini mengambil tema Gaya hidup berkelanjutan dengan topik  Zero Waste Lifestyle. Tujuan proyek ini adalah agar siswa mendapatkan pengalaman nyata terkait pembiasaan makanan yang di konsumsi minim sampah, menempatkan sampah sesuai tempatnya, memilah sampah menjadi bahan yang bernilai guna dan memanfaatkan hasil daur ulang  sampah di sekolah maupun lingkungan sekitarnya serta melakukan sosialisasi terkait zero waste kepada masyarakat. Melalui serangkaian aktivitas yang dilakukan selama proyek, dapat ditumbuhkan sikap peduli terhadap kelestarian alam. Sikap cinta pada lingkungan sekitar tersebut diwujudkan melalui kreativitas, yaitu melalui membuat produk/ karya dari sampah plastik, kertas, maupun organik.  

Siswa akan mendapatkan pendalaman materi tentang bagaimana upaya Zero Waste Lifestyle dan cara menghasilkan karya yang bernilai guna.  Pendalaman materi-materi tersebut di bawah bimbingan fasilitator. Tindak lanjutnya adalah siswa mampu mempraktikkan pembiasaan meminimalkan sampah, menempatkan sampah sesuai tempat dengan memilah sampah mulai diri sendiri.

AKTIVITAS 1. MENGENALKAN SISWA TENTANG ZERO WASTE LIFESTYLE

Siswa mampu memahami mengenai projek gaya hidup berkelanjutan meliputi dimensi, elemen dan sub elemen serta tujuan projek serta kegiatan yang dilakukan. Fasilitator melakukan diagnosa awal. Fasilitator mengelompokan siswa 5-6 perkelompok sesuai dengan daftar pengisian pada google form, pembelajaran selanjutnya dilaksanakan secara berkelompok, yaitu: kelompok plastik, organik, dan kertas.

Setelah melihat tayangan video tentang zero waste lifestyle, siswa memberi tanggapan mengenai isi video

AKTIVITAS 2. OBSERVASI LINGKUNGAN SEKOLAH DAN PENYEMPROTAN ECOENZYM KE UDARA

Siswa melihat tayangan film Dokumenter Gaya Hidup Bebas Sampah dan hidup Minimalis, selanjutnya siswa memberi tanggapan mengenai isi video.

Siswa melakukan observasi lingkungan di sekitar sekolah mengenai kondisi, dan menata lingkungan sekolah. Dilanjutkan dengan penyemprotan ecoenzym ke udara dalam rangka Hari Ozon Sedunia.

AKTIVITAS 3. MEMILAH SAMPAH DI SEKOLAH

Siswa melihat tayangan video tentang pilah sampah dan video samsi. Siswa mendiskusikan isi video, dan mempresentasikan hasil diskusinya, dilanjutkan dengan aktivitas sesuai dengan kelompoknya:

  1. Siswa pada kelompok kerta membuat tempat sampah kering (kertas) untuk diletakkan di dalam kelas

  2. Siswa pada kelompok plastic dan organik memberikan label pos sampah kertas, pos sampah botol dan pos sampah plastik lain, serta pos sampah elektronik

AKTIVITAS 4. DIALOG INTERAKTIF DENGAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP

Siswa berkumpul di halaman sekolah untuk mengikuti kegiatan dialog interaktif dengan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup, siswa membuat laporan, dilanjutkan dengan membuat ecobrick bersama-sama di halaman dengan ketentuan setiap kelompok paling sedikit 3 botol

AKTIVITAS 5. MELAKUKAN EKSPLORASI MENGENAI PENGOLAHAN SAMPAH

Siswa melihat tayangan video tentang Pembuatan Kerajinan dari Plastik, video mengenai pengolahan Sampah Kertas, video tentang daur ulang sampah organik.

Siswa melakukan eksplorasi digital dan eksplorasi non digital untuk mengobservasi produk bernilai guna dan seni, dan berdiskusi kelompok mengimaginasi gagasan dan menyusun draf rencana kerja membuat produk kerajinan.

AKTIVITAS 6. MELAKUKAN PERANCANGAN KARYA

Siswa melakukan eksplorasi digital dan eksplorasi non digital untuk mengobservasi produk bernilai guna, mengkaji ulang imaginasi gagasan untuk membuat produk (dapat memanfaatkan tutorial youtube) pada pertemuan sebelumnya, dilanjutkan dengan merancang produk di kertas HVS secara berkelompok. Setiap siswa membuat Lembar Pemantauan Karya (Lajur Pakar) untuk menuliskan perkembangan pembuatan karya.

AKTIVITAS 7. MEMBUAT KARYA DENGAN ORANG TUA DAN PARENTING

Siswa diskusi untuk mempersiapkan presentasi berdasarkan rancangan yang telah dibuat pada aktivitas sebelumnya. Bersama orang tua membuat karya dan dilanjutkan dengan Parenting dengan tema “Mendukung Buah Hati untuk Membangun Kepercayaan Diri”

AKIVITAS 8. MEMBUAT KARYA DARI BARANG BEKAS/SAMPAH

Siswa melakukan aksi  pembuatan produk daur ulang berdasarkan pilihan dan minat secara berkelompok, fasilitator membimbing dan mengingatkan agar membuat dokumentasi foto/video proses pembuatan produk dan menuliskan aktivitasnya di lembar Laju Pakar masing-masing siswa.

AKTIVITAS 9-11. MEMBUAT KARYA DARI BARANG BEKAS/SAMPAH

Siswa melanjutkan pembuatan produk daur ulang berdasarkan pilihan dan minat secara berkelompok. Fasilitator mendampingi, membimbing pembuatan produk untuk memastikan tidak ada alat dan bahan yang berbahaya dan mengingatkan untuk membuat dokumentasi kegiatan dan mengisi Laju Pakar.

AKTIVITAS 12. MEMBUAT KARYA DARI BARANG BEKAS/SAMPAH

Siswa melanjutkan aksi  pembuatan produk daur ulang berdasarkan pilihan dan minat. Fasilitator mendampingi, membimbing pembuatan produk untuk memastikan tidak ada alat dan bahan yang berbahaya, Fasilitator selalu mengingatkan kelas tetap bersih dan kondusif, dan menginformasikan materi selanjutnya yaitu menyusun laporan.

AKTIVITAS 13. MENYUSUN LAPORAN PROYEK DAN ASESMEN SUMATIF

Fasilitator memfinalisasi semua produk yang telah dibuat dari aktivitas 8 – 13, membimbing, mengingatkan agar membuat dokumentasi foto/video proses pembuatan produk. Siswa mempersiapkan  dokumen untuk asesmen sumatif yang meliputi lembar refleksi, rancangan produk, Lembar jurnal pemantauan karya, dan hasil produk ( nilai guna dan nilai seni).

Siswa menyusun laporan proyek dalam bentuk video kompilasi /gambar bercerita/Powerpoint atau manual dengan tulisan tangan dan gambar/foto ditempel). Siswa bersama-sama membersihkan ruang kelas.

SEMESTER 2

Tema Bhinneka Tunggal Ika

Aktivitas 1. Provinsi di Indonesia Istimewa

Aktivitas mengenal provinsi di Indonesia merupakan aktivitas pendahuluan dari kegiatan projek ini. Fasilitator menyampaikan gambaran umum kegiatan yang akan dilaksanakan selama projek berlangsung. Selanjutnya, melalui aktivitas ini peserta didik diajak untuk berani menjelajah kebinekaan wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke pada setiap provinsi. Peserta didik diajak untuk mengenal keunikan budaya yang ada disetiap daerah di Indonesia mengenai budaya/adat istiadat, bentuk rumah adat,  seni ragam hias yang ada pada bentuk rumah adat tersebut, busana adat, tarian, serta lagu daerah serta makna dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

Aktivitas 2. Ragam Hias Daerahku

Melalui aktivitas ini peserta didik diajak untuk berani menjelajah kebinekaan wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke pada setiap provinsi. Peserta didik diajak untuk mengenal keunikan ragam hias yang ada disetiap daerah di Indonesia yang diterapkan pada busana maupun rumah adat ataupun pada benda-benda yang lain,  serta berusaha menggali makna dan filosofi yang terkandung di dalamnya. Peserta didik selanjutnya menggambar ragam hias sesuai dengan provinsinya, dan dipresentasikan di depan kelas untuk menceritakan asal, nama beserta makna dari ragam hias yang digambar.

Aktivitas 3. Rumah Adatku

Aktivitas 3.  Rumah Adatku mengajak peserta didik untuk mengenal rumah adat pada setiap provinsi, mengenal makna dan filosofi rumah adat sekaligus membuat miniatur rumah adat sesuai dengan provinsi masing-masing kelompok dengan membagi tugas untuk masing-masing anggota kelompok sehingga semua anggota kelompok berperan aktif dalam membuat miniatur rumah adat. Aktivitas ini diakhiri dengan pembuatan laporan akhir dan dikirim ke google drive.

Aktivitas 4. Propertiku

Aktivitas 4. Propertiku mengajak peserta didik untuk mengamati dan membuat properti yang digunakan untuk tari. Fasilitator menjelaskan ke peserta didik tentang jenis-jenis properti tari daerah sesuai dengan pilihan serta keunikannya. Peserta didik memilih salah satu jenis properti atau busana tari daerah sesuai dengan pilihan untuk dikenakan pada anggota tubuh tertentu ( misal, properti dikepala, properti ditelinga, tangan, kaki dan sebagainya). Pembuatan properti ini sama dalam satu kelompok dan dibuat secara mandiri, sehingga masing-masing peserta didik membuat properti sesuai dengan pilihan kelompoknya.

Aktivitas 5. Dendangkan Lagu Daerahmu

Aktivitas 5. Dendangkan Lagu Daerahmu mendorong peserta didik secara berkelompok untuk mengetahui lagu-lagu daerah di provinsinya masing-masing, sekaligus berani tampil di depan kelas. Aktivitas diakhiri dengan pembuatan laporan berupa video yang dikirimkan melalui google drive yang sudah tertera di masing-masing LKPD.

Aktivitas 6. Pesona Tarian Daerahku

Aktivitas 6. Pesona Tarian Daerahku mendorong peserta didik secara berkelompok untuk mengetahui tarian daerah di provinsinya masing-masing, sekaligus berani tampil di depan kelas. Aktivitas diakhiri dengan pembuatan laporan berupa video yang dikirimkan melalui google drive yang sudah tertera di masing-masing LKPD

Aktivitas 7. Baju Adatku Luar Biasa

Baju adatku luar biasa pada aktivitas 7 mendorong peserta didik untuk menambah wawasan tentang baju adat di provinsi masing-masing. Setelah menjelajah di dunia maya, masing-masing kelompok menggambar sepasang pengantin, dan menuangkannya di atas kertas BC. Pewarnaan dilakukan dengan pewarna yang dimiliki.